Jarita : Nyao Kobo se Namo Toho

~ Kisah : Ikan Duyung dan Burung Gagak ~

Narasi & Terjemahan Oleh : Busranto Latif Doa
Jarita : adalah “Berkisah, Salah Satu Bentuk Sastera Lisan di Ternate
=====================================================================
~ Jarita Asal-Usul TOBOKO Maronga ~

Toma zaman madero, sema fuheka-balo amoi mironga SABARIA. Mina mo’ahu se mangofa ngamdi, amoi fuheka mironga KOMONYO se amoi nunau uronga KALABADI. Mingofa ngomdi enage ana iise demo uwa se ipahe se tingkai foloi. Ana ihodu makurio ana nga yaya gulaha gura dia toma raki. Ana nga munara duga tuniru bato. (1)

Toma oras ana isoha, ana ikudiho oho toma fala. Mara ana iwaje ana nga yaya gulaha mangogu saki uwa. Ana ingamo se isijako piga sigado waho toma kaha manyeku. Ana nga yaya duga ari bato hida ngofa ngamdi gena nga kalakuang. (2)

Toma oras rimoi, ana nga yaya majirum ngogu saki, sikara mogogo ngogu toma ngele-ngele. Simara ngofa ngamdi ge ikodiho tuniru si ibaso soha. Ana isiguci se ioho simoi-moi ngogu toma ngele-ngele. Pasa ena gena ana itagi tuniru sidika fala se hito madaha tabalai. (3)

Toma saat ana nga yaya kudiho dia hoko toma gura, mobaso soha, simara modero ngogu ngele-ngele riuwa. Mina motego si moari sigado wange-cako. Mina mo ari se mosupu hoko toma ngolo mauru, mo matobo se momajaha hoko rai hoko sigado ake mabati ka mina migumuru. (4)

Mina mingofa ngamdi ikodiho tuniru ana inyodi ana nga yaya sema dai toma ngolo. Badang madola tara idadi nyao raim ma. Ngofa ngamdi ge iari se iturara se ana nga yaya ;
…“Tohoko… Tohoko”…
Mara ana nga yaya mo sango isa ;
…”Nihoko afa mara nidadi Nyao-Kobo”…
Ngofa ngamdi ge iari se iturara turus sigado wange-cako. Ana ngamdi ge ibaso se inyodi ilau ahu se ana nga badang. Roro uwa ana ngamdi idadi namo-hate-dubo. Ana ngamdi iturara moju ;
…“Tohoko… Tohoko”…
Ana nga yaya mosango riuwa se mo mahira hoko toma ngolo. (5)

Sigado oras kanang ne, ngone fo hida namo2-hate-dubo itera toma hate majaga toma rumbaka mauru si foise ena iturara …“Tohoko… Tohoko… Tohoko”… sababu igawene ana nga yaya. Mancia Tarnate sironga namo enage “Namo Tobohoko”. Jarita enane madadi toma gam ngolo mauru, madagi ika maronga TOBOHOKO. (sekarang disebut TOBOKO). (6)

Terjemahan :

KISAH : IKAN DUYUNG DAN BURUNG GAGAK
~ Legenda Asal Usul Nama TOBOKO ~

Alkisah pada zaman dahulu, terdapat seorang janda bernama SABARIA. Ia hidup bersama dua orang anak, yang satu perempuan bernama KOMONYO, dan seorang lagi bernama KALABADI. Kedua anak tersebut adalah anak yg tidak turut pada orang tua serta bandel dan durhaka sekali. Mereka berdua tidak mau membantu ibu mereka berkebun di hutan. Kegiatan mereka hanya bermain saja. (1)

Ketika mereka merasa lapar, mereka kemudian pulang makan di rumah. Tapi mereka berkata bahwa makanan yg dimasak oleh ibu mereka tidak enak. Mereka marah lalu membanting piring sehingga pecah dan berhamburan di tanah. Ibu mereka hanya bisa menagis melihat tingkah laku dari kedua anaknya tersebut. (2)

Pada suatu ketika, ibu mereka memasak makanan paling enak, lalu menyimpan makanan tersebut di gantungan. Namun ketika kedua anaknya pulang dari bermain dan merasa lapar. Mereka menurunkan makanan yang disimpan ibunya di gantungan dan memakannya hingga habis. Setelah itu mereka pergi bermain lagi meninggalkan rumah dan dapur yang berantakan. (3)

Ketika ibu mereka pulang dari kebun, ia merasa lapar namun tidak menemukan lagi makan di gantungan. Lalu ia duduk dan menangis hingga hari menjelang sore. Ia terus menangis sambil keluar rumah dan berjalan menuju pantai, lalu ia berjalan terus ke tengah hingga air laut mencapai pinggangnya. (4)

Kedua anaknya saat pulang bermain melihat ibu mereka sudah berada di tengah air laut. Separuh badan ke bawah sudah berubah menjadi ikan. Lalu kedua anaknya menangis dan berteriak kepada ibu mereka ;
…”Tohoko… Tohoko (= saya mo kalao situ)”…
Tapi ibu mereka menyahut kepada mereka berdua ;
…”Jangan ke sini, nanti kalian menjadi ikan duyung”…
Kedua anak tersebut menangis dan berteriak hingga senja. Lalu kemudian mereka merasakan dan melihat bulu (burung) mulai tumbuh di sekujur badan mereka berdua. Tak lama kemudian mereka berdua berubah menjadi burung. Mereka berdua masih terus berteriak ;
…”Tohoko… Tohoko…”…
Namun ibu mereka tidak lagi menyahut, dan terus berjalan ke tengah laut serta menghilang dan tenggelam hingga tak terlihat lagi.  (5)

Hingga saat saat ini, kita masih sering melihat ada burung selalu hinggap di dahan pohon yang tumbuh di tepian pantai, dan sering kita mendengar ia berteriak ;
…“Tohoko… Tohoko… Tohoko”…
Sebab hidup mereka masih tergantung kepada ibu mereka. Orang Ternate jaman dahulu menamakan burung itu “Burung Tobohoko”. Kisah legenda ini terjadi di kampung pesisir, yang kemudian dinamakan TOBOHOKO (sekarang disebut TOBOKO). (6)
=====================================================================

@…KOSA KATA BAHASA TERNATE :
~ Balo = janda
~ Nyao Kobo = ikan duyung
~ Namo = unggas
~ Namo Kaha = ayam, itik, dll (unggas yg tidak bisa terbang tinggi)
~ Namo Hate Dubo = burung
~ Namo Toho = burung gagak
~ Wange Cako = sore / senja
~ Ngele-Ngele = semacam Tempat penyimpanan makanan yg digantung.
~ Hoko = menuju ke laut
~ Tohoko = aku mau ke laut (kalao)
~ Tobo Hoko = berenang ke laut

#Cibubur, 28 Nopember 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: