Menelusuri Asal-Usul dan Jejak Sejarah Orang Ternate

Oleh : Busranto Abdullatif Doa, S.Pd
(…New Editing, Pebruari 2011…)

GEOLOGIS

Pada zaman Pleistochen, daratan pulau Ternate masih merupakan satu daratan dengan pulau-pulau seperti; Morotai, Halmahera, Hiri, Maitara, Tidore, Mare, Moti, Makian, Kayoa, Bacan dan sebagainya yang terletak pada rankaian gunung berapi Zone Maluku Utara. Deretan pulau-pulau ini berada di sepanjang pantai barat pulau Halmahera di Propinsi Maluku Utara.

Perubahan alam yang terjadi selama ratusan-ribu tahun dan pergeseran kulit bumi secara evolusi telah membentuk pulau-pulau kecil di sepanjang “Jazirah tuil Jabal Mulku“, (Istilah yang sering dipergunakan oleh Buya Hamka). Halmahera adalah merupakan Pulau Induk dari di kawasan ini, yang menjadi dataran tertua, selain pulau Seram di Maluku Tengah. (sumber; B. Soelarto, Sekelumit Monografi Daerah Ternate, Proyek Pengembangan Media Kebudayaan, Depdikbud, Jakarta).


Dilihat dari sudut geologis, seperti disinggung di atas, pulau Ternate merupakan salah satu dari deretan pulau yang memiliki gunung berapi, dari barisan garis : ”strato vulkano active at south pacific” yang melintang di kawasan Asia timur ke Asia tenggara, dari utara ke selatan. Salah satu yang masih aktif di kepulauan Maluku Utara adalah gunung “Gamalama” di pulau Ternate dengan ketinggian 1.730 m. (bangsa Portugis menyebut dengan; Nostra Senora del Rozario).

Erupsi dari letusan gunung berapi Gamalama yang paling hebat pernah terjadi pada tahun 1608, 1635, 1653, 1840 dan 1862. Letusan terhebat yang tercatat terjadi pada pertengahan abad ke-18, tepatnya pada tanggal 10 Maret 1737 yang bertepatan dengan 22 Dzulkaidah 1149.H yang mengakibatkan aliran lahar dari puncak hingga mencapai laut yang dikenal sekarang dengan “Batu Angus”. (sumber; F.S.A. de Clerq, Bijdragen tot de Kennis der Residentie van Ternate, Leiden, 1890).


Dalam jangka waktu kurang 400 tahun lebih (1538 – 1962) telah terjadi 1164 kali erupsi larva. Letusan yang mengakibatkan kepanikan dan dan pengungsian masyarakat Ternate moderen adalah pertama kali sejak tahun 1962, yaitu pada tanggal 4 September 1980 yang dialami sendiri oleh penulis yang ketika itu masih sebagai pelajar kelas 5 di salah satu Sekolah Dasar di pulau Ternate.

GEOGRAFIS

Secara astronomis, pulau Ternate terletak pada 127,17 Bujur Timur – 127,23 Bujur Timur dan 0,44 Bujur Timur – 0,51 Bujur Timur. Secara Topografis Pulau Ternate berbentuk bulat kerucut (strato volcano) yang luas diagonal pulau dari arah utara ke selatan, sepanjang 13 km dan dari arah barat ke timur sepanjang 11 km, dengan panjang keliling pulau adalah 55 km , yang terdiri dari dataran rendah dan lereng. Ciri topografis sebahagian besar datarannya adalah wilayah bergunung dan daerah berbukit, terdiri dari pulau vulkanis dan pulau karang dengan kondisi jenis tanah :
Rogusal : pulau Ternate, pulau Hiri dan pulau Moti
Rensikal : pulau Mayau, pulau Tifure, pulau Makka, pulau Mano dan pulau Gurida

Secara Yuridis, berdasarkan Undang-Undang No.11 tahun 1999, tanggal 27 April 1999 status Kota Ternate dari Kota Administratif (Kotip) ditingkatkan dan menjadi Kotamadya. Luas seluruh wilayah Kotamadya Ternate adalah 5.681,30 Km2, terdiri dari;

- Wilayah Perairan : 5.457,55 Km2
- Wilayah Daratan : 133,74 Km2, yang mencakup 8 buah pulau, yaitu :
• Pulau Ternate : 92,12 Km2
• Pulau Hiri : 7,31 Km2
• Pulau Moti : 17,72 Km2
• Pulau Mayau : 8,5 Km2
• Pulau Tifure : 7 Km2
• Pulau Makka : 0,5 Km2, tidak berpenghuni
• Pulau Mano : 0,05 Km2, tidak berpenghuni
• Pulau Gurida : 0,55 Km2, tidak berpenghuni

- Jarak antara pulau
• Ternate – Hiri : 1,5 mil laut
• Ternate – Moti : 11 mil laut
• Ternate – Mayau : 90 mil laut
• Ternate – Tifure : 106 mil laut
• Ternate – Makka : 1,6 mil laut
• Ternate – Mano : 1,6 mil laut
• Ternate – Gurida : 106,1 mil laut

Pulau-pulau dalam wilayah Kotamadya Ternate terletak dalam lingkup kawasan pantai barat Halmahera, melalui kepulauan Filipina, Sangihe Talaud dan Minahasa yang dilingkupi lengkung Sulawsi bagian utara. Kotamadya Ternate berbatasan dengan :
Sebelah utara dengan Samudera Pasifik dan perairan Filipina
• Sebelah selatan dan barat dengan Laut Maluku
• Sebelah timur dengan pantai barat Halmahera

Secara Ekonomis, Kedudukan kota Ternate adalah sebagai pusat pemerintahan dan pusat perdagangan yang sangat strategis dan penting sekali di kawasan ini. Di Kota Ternate terdapat Pelabuhan Samudera “Ahmad Yani” dan Bandar Udara “Babullah”. Kota Ternate itu sendiri berlokasi di pesisir timur pulau Ternate menghadap pulau Halmahera posisi ini sangat potensial. Kedudukan yang demikian ini menyebabkan kota Ternate memiliki peranan yang sangat penting dalam ekonomi perdagangan lintas Halmahera.

Selain itu, letak pulau Ternate adalah dekat dengan kota Manado ibukota Propinsi Sulawesi Utara. Posisi strategis yang berhadapan dengan kawasan Dodinga, sebuah persimpangan jalan di pulau Halmahera yang menyebabkan kota ini berkembang dalam lajur perdagangan di daerah Maluku Utara.

GENEALOGIS

Sebagaimana dipaparkan di atas, ada pendapat yang mengatakan bahwa pada zaman pleistochen, setelah dataran Morotai, Ternate, Tidore, Makian, Bacan, Kayoa dan sebagainya terlepas dengan dataran Halmahera dan membentuk pulau-pulau kecil, sebagaimana adanya sekarang, maka telah terjadi pula migrasi penduduk pada zaman itu yang semula berdiam di dataran pedalaman ke kawasan pantai. Hal itu dilakukan untuk menghindari bencana alam yang diakibatkan oleh gerakan gunung berapi dan pergeseran kerak kulit bumi yang berlangsung secara evolusi.

Pendapat ini dilandasi argumentasi antropologi budaya, yaitu bahwa antara penduduk pedalaman dan masyarakat di pulau-pulau, memiliki adat istiadat yang hampir sama. Perkiraan lain adalah bahwa penduduk pribumi masyarakat di Halmahera dan Maluku Utara pada umumnya masih satu rumpun dengan bangsa Proto Melayu dan Netro Melayu yang sampai kini masih dapat ditelusuri jejak asal usulnya. Tapi yang jelas, Ternate dari sepanjang Halmahera, yang membentang dari utara hingga ke selatan tidak berada dalam garis perjalanan migrasi masyarakat purbakala di nusantara yang datang melewati, Cina Selatan (Tonkin), melalui Phinipina terus ke Sulawesi Utara.

MASA Pra-ISLAM

Sejarah Ternate pada masa pra-Islam masih belum dapat dijelaskan secara panjang lebar, kecuali dalam aspek adat-istiadat dan kepercayaan yang hingga kini masih dihayati oleh sebahagian masyarakat Ternate, yang dapat kita jadikan petunjuk yang meyakinkan bahwa semasa pra-Islam, Ternate telah mempunyai sejarah sendiri. Peninggalan Ternate pada zaman pra-Islam tidak ditemukan dalam bentuk tulisan maupun artevak.

Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel-artikel sebelumnya bahwa belum agama Islam masuk, di Ternate telah terdapat 4 kelompok masyarakat, yaitu ;

1. Tubo, (yang mendiami kawasan puncak/lereng sebelah utara pTernate)
2. Tobona, (yang mendiami kawasan lereng sebelah selatan di Foramadiyahi).
3. Tabanga, (yang mendarat kawasan pantai bagian utara) dan
4. Toboleu. (yang menempati kawasan pesisir pantai timur di Ternate)

Masyarakat Ternate yang sejak dahulu sejak dari Raja pertama Kolano Cico alias Masyhur Malamo (1257) hingga Sultan yang ke-48 sekarang ini Sri Sultan Mudaffar Syah-II, telah mengalami perjalanan panjang yang merupakan mata rantai kelangsungan sebuah komunitas yang tentunya dikikis dan dipoles oleh jaman yang dilaluinya hingga saat ini Ternate menjadi pusat pemerintahan Propinsi Maluku Utara.

PERAN KESULTANAN

Setiap pembahasan mengenai sejarah daerah Maluku Utara “the history of Moluccas” pada umumnya berkisar pada sejarah kesultanan yang pernah berkuasa di daerah ini. Sejarah telah mencatat, bahwa telah lama ada, empat kesultanan yang dikenal dengan “Moloku Kiye Raha” yang terdiri dari; ”Kiye Bessi, Tuanane, Duko, se Gapi”. Kiye Bessi kemudian bergeser ke Kasiruta di Bacan, Tuanane kemudian bergeser ke Halmahera di Jailolo, Duko adalah Tidore dan Gapi adalah Ternate.

Keempat kerajaan tersebut kemudian dikenal dengan; Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Jailolo dan Kesultanan Bacan. (urutan menurut Naidah yang ditulis P. van der Crab, “Geschiedenis van Ternate, in Ternataanschen en Maleischen text beschreven door den Ternataan Naidah”, Koninklijk Instituut voor Taal, Land en Volkenkunde, The Hague, 1878).

Sumber-sumber asing lain-pun menyebutkan adanya keempat kesultanan tersebut, Portugis misalnya memberikan urutan yang sama, yang merupakan petunjuk bahwa, bahan sumber data dan informasi banyak diperoleh dari pihak Ternate, yang mana orang Portugis pertama kali mengadakan hubungan.

Tentu saja sumber-sumber dari luar Ternate akan memberikan urutan yang lain pula. Sebagai contoh misalnya, Francoise Valentijn (“Oud en Neew Oost Indien” S. Keijzer, Amsterdam, 1862), memberikan urutan kesultanan Jailolo pada urutan perrtama, kemudian beralih ke pihak Ternate, Tidore dan Bacan.

Sedangkan menurut kronik kesultanan Bacan, jelaslah bahwa kesultanan Bacan menduduki tempat pertama berdasdarkan klaim bahwa Raja Bacan pertama adalah putra tertua dari Jaffar Saddik, dengan urutannya; Bacan, Jailolo, Tidore dan Ternate. Bagaimanapun urutannya, yang lebih terpenting adalah bahwa semua sumber tersebut menyebutkan nama yang sama.

Besarnya pengaruh Globalisasi serta minimnya bahan-bahan dan tulisan tentang sejarah daerah Maluku Utara, mengakibatkan generasi muda masa kini, apatis terhadap pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya daerahnya sendiri. Dan lebih disayangkan lagi adalah semakin tajamnya egoisme primordial ke-suku-an antar masing-masing etnis yang ada di Maluku Utara dalam percaturan di bidang politik praktis tingkat lokal, memberikan efek negatif terhadap pelestarian nilai sejarah, adat dan tradisi dari masing-masing kelompok etnik.

LEMBAGA KEAGAMAAN

Semua lembaga dan jabatan yang diuraikan penulis pada pembahasan di atas disebut dengan “Bobato Dunia“. Bobato dunia adalah semua lembaga dan jabatan yang berhubungan dengan urusan ke-dunia-wian, yang bersifat politik, ekonomi, sosial-budaya dan pertahanan-keamanan dan sebagainya. Sedangkan lembaga atau jabatan yang mengurus masalah keagamaan disebut dengan “Bobato Akhirat“.

Dari segi spirituil dan urusan keagamaan ditangani oleh suatu lembaga yang disebut dengan Jou Lebe (Badan Syari’ah). Lembaga ini dikepalai oleh seorang yang menjabat sebagai Kadhi. Anggotanya terdiri dari para Imam, Khatib dan para staf pelaksana. Para pejabat di bidang keagamaan terdiri dari :

1. Kadhi atau Kalem yaitu pejabat tertinggi dalam urusan keagamaan (Imam Agung), membawahi 4 orang Imam Besar Kesultanan, (ditambah Imam Jawa) yang terdiri dari :
• Imam Jiko
• Imam Jawa
• Imam Sangaji
• Imam Moti
• Imam Bangsa
2. Jabatan lainnya adalah para Khatib yaitu pejabat pelaksanan dakwah dan siar Islam dibawah Imam, terdapat 6 jabatan khatib dalam struktur kesultanan. Tiap khatib membawahi beberapa orang Modim (Muazzim). Keenam orang khatib tersebut, terdiri dari :
• Khatib Jiko
• Khatib Jawa
• Khatib Sangaji
• Khatib Moti
• Khatib bangsa
• Khatib Jurutulis

Dari para Imam dan khatib, serta para JOGURU (Kiyai dalam bahasa Jawa) inilah siar dan dakwah agama Islam ditegakkan ke seluruh pesisir jazirah Maluku Utara, sehingga saat ini hampir semua pesisir pulau-pulau di kawasan Maluku Utara, Sulawesi Utara, Pantai Timur pulau Sulawesi, Seram Barat, Kailolo, Hingga kepala burung pulau Papua (Fak-Fak, raja ampat,  dsb) tersentuh akidah dan ajaran agama Islam.

Masyarakat Ternate tidak mengenal sistem “Pesantren” seperti halnya di Jawa. Cara pengajaran tradisional dengan Sistem Pesantren mulai diterapkan di Ternate pertamakali sekitar awal tahun 1980-an yakni dengan berdirinya pesantren pertama di Tidore.

Pendidikan Formal keagamaan pertamakali berdiri di Ternate pada tahun 1930-an dengan berdirinya Sekolah Madrasah Islamiyah di Ternate. Sekolah Raudatul Adab yang baru itu diasuh oleh seorang pendidik yang berasal dari pulau Ambon yang masih berdarah arab yaitu : Almarhum Syech Bachmid. Dua sekolah yang didirikan tersebut masing-masing setingkap dengan SD dan SMP. Kemudian berdiri pula Taman Pendidikan Muhammadiyah yang dipelopori oleh Bongso Hi Bahdar.

STRUKTUR KEPEMIMPINAN

Tiap kelompok masyarakat pada zaman pra-Islam di Ternate mendiami suatu tempat tinggal, yang mereka sebut dengan istilah Gam (Kampung), warganya terdiri dari beberapa keluarga/kerabat yang dalam istilah daerah disebut dengan sebutan Soa (Marga) yang dipimpin oleh seorang Fanyira, singkatan dari kata ‘Ngofa ma-nyira’. (Baca artikel terkait; Stratifikasi Sosial Masyarakat Adat di Ternate).

Selanjutnya masing-masing kepala Soa dipimpin oleh seorang Momole (Kepala Kampung) yang bergelar; Kimelaha, Fanyira dan Sangadji. Disamping sebutan untuk seorang kepala Soa untuk tiap-tiap Soa, kata momole terambil dari kata “Tomole“ yang mempunyai arti; Kesaktian atau Kehebatan, yakni orang yang menjadi pemimpin karena mempunyai kelebihan dan kesaktian dalam berbagai hal.

Kelompok masyarakat waktu itu masih menjalankan kepercayaan primitif, dan kadang-kadang sering terjadi pertentangan dan saling bermusuhan dalam hal memperebutkan hegemoni. Dengan demikian maka, di Ternate pada zaman pra-Islam terdapat 4 orang Momole. Seorang Momole diangkat berdasarkan kharisma yang ada padanya. Setelah masuknya agama Islam, maka sistem pemerintahan Momole berubah. Keempat Momole tersebut, bergabung dan dipimpin oleh seorang Kolano. Pada masa awal sistem ini, struktur kepemimpinan masih sangat sederhana.

Bersamaan dengan masuk dan berkembangnya agama Islam di Ternate, maka berkembang pula sistem pemerintahan Kolano, seperti juga di Tidore, Bacan dan Jailolo. Ke-empat Kolano ini kemudian membentuk konfederasi persekutuan antara empat kerajaan tersebut di Taunane Pulau Moti (Moti Verbond), yang kemudian dikenal dengan sebutan persatuan “Moloku Kie Raha”. Ternate waktu itu dipimpin oleh Kolano ke-7, yang bernama Kolano Sida Arif-ma-Lamo yang dinobatkanpada tahun 1322 dan memerintah selama 9 tahun (1322-1331). Dalam sistem ini, struktur kepemimpinannya lebih disempurnakan. (F.S.A. de Clerq).

Pada perkembangannya selanjutnya , sejak tahun 1486, disaat penobatan Kolano ke-19, Zainal Abidin, yang pertama kali memakai gelar “SULTAN” yang memerintah dari tahun 1486 – 1500, adalah merupakan masa peralihan dari bentuk Kolano ke bentuk Kesultanan. Beliau diberi gelar ; Paduka Sri Sultan Zainal Abidin.

Dalam struktur kepemimpinan kesultanan, dibentuk lembaga-lembaga tradisional. Pelaksanaan tugasnya, Sultan dibantu oleh badan-badan dan pejabat seperti :

1. KOMISI NGARUHA, (fungsinya disamakan dengan Dewan Pertimbangan Agung).

2. BOBATO MA-DOPOLO, yaitu suatu Dewan Pembantu Sultan, anggotanya terdiri :
a. Jogugu, sebagai wakil Sultan merangkap kepala Bobato. Jogugu adalah singkatan dari ‘Jou Kolano ma-gugu’ yaitu wakil Sultan bidang Pemerintahan , yang berkuasa dan bertanggung jawab atas seluruh kebijakan kesultanan tertinggi dibawah Sultan, yang dijabat oleh bangsawan Senior di kalangan kerabat keluarga terdekat Sultan. (disamakan dengan Perdana Menteri).
b. Kapita Lao, yang bertanggung jawab dalam masalah yang bertalian dengan peperangan, yang dijabat oleh bangsawan Senior di kalangan kerabat Sultan. (disamakan dengan Panglima Armada Laut).
c. Hukum Soa Sio, adalah seorang pejabat yang bertanggung jawab dan menangani hal-hal yang berhubungan dengan urusan di dalam negeri. (disamakan dengan Menteri Dalam Negeri).
d. Hukum Sangadji, adalah seorang pejabat yang bertanggung jawab dan menangani masalah-masalah luar negeri termasuk daerah takluk-kan. (disamakan dengan Menteri Luar Negeri).
e. Tuli Lamo, sebagai juru tulis kesultanan, (disamakan dengan Menteri Sekretaris Negara).

3. BOBATO NYAGI MOI SE-TUFKANGE, yaitu Dewan 18 yang anggotanya terdiri dari delapan belas Orang. Mereka terdiri dari :
a. Berasal dari Soa-Sio sebanyak 9 orang, yaitu :
1) Pejabat berpangkat Kimelaha, sebanyak 5 orang.
2) Pejabat berpangkat Fanyira, sebanyak 4 orang.
b. Berasal dari Pejabat berpangkat Sangaji, sebanyak 9 orang, yang merupakan wakil utusan dari wilayah seberang.

Dalam struktur kepemimpinan tradisional di kesultanan Ternate, terdapat semacam Dewan Rakyat, yang disebut dengan GAM RAHA, yang wakilnya terdiri dari pejabat perwakilan keempat wilayah yang terdiri dari :

1. SOA-SIO, (Komunitas masyarakat yang terdiri dari 9 kelompok Soa/distrik yang berada di di wilayah pusat Kesultanan).
2. SANGADJI, (Komunitas beberapa distrik di negeri seberang/wilayah taklukkan).
3. HEKU, (Komunitas masyarakat Ternate yang wilayahnya mulai dari Ake Santosa (sekarang Kelurahan Salero) ke utara hingga ke pulau Hiri termasuk Halmahera muka).
4. CIM, (Komunitas masyarakat dari Ake Santosa ke salatan hingga mencapai batas desa Kalumata).

Gam Raha berfungsi mensahkan calon sultan yang menurut tradisi ditunjuk atau dipilih untuk dijadikan calon adalah dari anak-anak lelaki putera sultan, (bukan putra tertua saja tapi bisa adik-laki2-nya). Jika dalam garis pertama ini tidak ditemukan, maka bisa bergeser ke anak2 dari kakak sultan atau anak2 dari adik sultan (ponakan), bahkan bisa saja langsung lompat ke cucu sultan (sesuai catatan sejarah silsilah para raja2 di Ternate).  Meskipun telah ditetapkan adat, calon Sultan itu harus disahkan oleh Gam Raha. Calon diajukan oleh pihak Soa-Sio dan Sangaji, selanjutnya apabila calon tersebut ditolak oleh pihak Heku dan Cim, maka harus diganti. Penobatan soerang Sultan (pemasangan mahkota pertama kali) dilakukan oleh pejabat Kimalaha Marsaoly. Sistem ini merupakan keunikan dan cirri khas “Demokrasi” ala Ternate, dimana sistem pemerintahan adalah berbentuk Monarki tetapi pewaris kekuasaan dilakukan melalui pemilihan/penunjukan dari “Gam Raha” berdasarkan kriteria tertentu. Tidak seperti biasanya setiap kerajaan, putera tertua dari Raja dan Permaisuri mutlak harus menjadi pewaris takhta.

Pemahaman dan anggapan orang Ternate terhadap sultannya adalah seorang “Kolano” dalam arti khusus. Kolano adalah seorang “Khalifahtur rasyhid wa tubaddir Rasul”, dengan sapaan Syailillah yang menurut mereka adalah figur bukan sembarang orang karena dalam diri seorang Kolano terdapat “nur-Muhammad” yang ditadzali ke dalam jasad/tubuh seorang yang dipilihNYA yang dalam hal ini seorang sultan yang masyarakat menyapanya dengan “Jou Kolano” atau “Jo-Ou“.

Pejabat penting lainnya yang dalam kepemimpinan wilayah adalah seorang Salahakan. Pejabat ini adalah merupakan perwakilan Sultan di daerah-daerah otonomi yang jauh. Dalam sejarah Ternate, pernah diangkat Salahakan di Tabukan (Sangir Talaud), Banggai (Sulawesi), Sula Taliabu. Selain Salahakan dikenal juga Utusan Sultan yang dikirim ke perbatasan untuk menangani soal keamanan. Ia juga bertugas sebagai koordinator para sangaji di daerah itu.

Diketahui pernah ada tiga utusan yang pernah ditetapkan dalam kesultanan Ternate, yaitu; Utusan Kayoa yang berbatasan dengan kesultanan Bacan, Utusan Galela untuk mengamankan perbatasan dengan kesultanan Mindanao-Sulu, Utusan Dodinga untuk mengawasi perbatasan wilayah darat dengan kesultanan Tidore di daratan pulau Halmahera.

SEJARAH PEMERINTAHAN

Dalam sejarah kepemimpinan/pemerintahan di Ternate, selain dipimpin oleh para Kolano/Sultan sebanyak 48 orang Raja Ternate, masyarakat Ternate pernah diperintah oleh pejabat penguasa asing yang berkedudukan di Ternate, tercatat sebanyak 20 orang pejabat Gubernur Portugis (1512-1574), 7 orang pejabat sebagai Residen perwakilan Inggris di Ternate (1797-1815), 53 orang pejabat Gubernur VOC untuk wilayah Maluku yang berkedudukan di Ternate, dan lebih dari 28 orang pejabat Residen Pemerintah Kerajaan Belanda yang juga berkedudukan di Ternate. (Sumber; F.S.A. de Clerq).
Kronologis Pemimpin Pemerintahan di Ternate selama 7 Abad lebih diuraikan pada artikel sesudah ini.

 

Perjalanan panjang sejarah masyarakat Ternate yang hingga kini telah berusia 758 tahun melalui dinamika dengan begitu banyaknya proses asimilasi budaya dan campur tangan kekuasaan dari luar terutama bangsa Eropa selain para Sultannya mengakibatkan kebudayan masyarakat Ternate memiliki ciri khasnya tersendiri.

Kedatangan orang Eropa ke berbagai tempat di belahan bumi ini membawa tiga Misi utamanya, yaitu ; “Gold”, “Gospel” dan “Glory”. Warisan yang paling nyata hingga saat ini adalah pada kawasan tertentu di Maluku Utara masih terdapat pemeluk agama Nasarani sebagai bukti adanya Gospel yang didengungkan bangsa Eropa waktu itu, sedangkan kehadiran Islam di daerah ini juga sebagai akibat adanya hubungan dengan para pedagang dari bangsa Arab dan Persia maupun dari Gujarat.

Dinamika yang dialami masyarakat Ternate hingga generasi sekarang melalui proses yang panjang. Para pendahulu di daerah ini telah meletakan dasar, baik itu menyangkut keyakinan beragama, maupun sendi-sendi moral dan etika serta perilaku yang tercermin dalam adat-istiadat, tradisi dan budaya yakni tersirat dalam institusi dan pranata sosial di masyarakat Ternate. Sebagai generasi saat ini, wajarlah kalau memiliki minat dan keinginan di bidang kajian sejarah, karena lebih banyak manfaat yang didapat daripada tidak mengetahuinya sama sekali. (Baca artikel tentang kajian dimaksud pada posting sebelumnya; Sejarah Tidak Pernah Berdusta. (www.busranto.blogspot.com – diolah dari berbagai sumber)

* Tulisan ini pernah dimuat pada Tabloid PARADA di Ternate pada Edisi ke-9, tanggal 28 Juli 2002.

About these ads

55 Tanggapan

  1. Assalamualaikum…..saya bangga juga menjadi bagian dari masyarakat ternate,..tp tdk cukup dengan hanya bangga saja jangan terlalu banyak bangga…kalo kita ungkapkan mungkin banyak yg marah to…lebih tra usa sudah…piss.

  2. […] http://ternate.wordpress.com/2008/01/22/menelusuri-asal-usul-dan-jejak-sejarah-orang-ternate/ […]

  3. saya berharap ternate bisa di perjuangkan menjadi DAERAH ISTIMEWA PROVINSI MALUKU UTARA.

  4. saluuttttt bangettt…..semoga islam jaya terus dibumi ternate ( sangadji “Flores Timur”)..

  5. moloku kie raha (ternate,tidore,bacan, jailolo) is the best.. makasi artikelnya.. saya bangga menjadi bagian dri moloku kie raha..

  6. Saya hanya sedikit menanyakan tentang Keberadaan Kitab(Buku) ”Tembaga”, yang konon katanya semua perjalanan kerajaan di Bumi Kie Raha ini tercatat di dalamnya. Saya pernah mendengar perbincangan para petuah-petuah di desa, katanya kalau di runut menurut Buku Tembaga itu, Sultan Ternate yang sekarang ini(Mudafar Syah) seharusnya tidak menjadi Sultan karna silsilah keluarga.

    Dan saya sedikit menambahakan bahwa dalam sejarah(maaf saya orang kimi) bahasa bisa dijadikan alat untuk mencari tahu kebenarannya.
    Dalam hal ini, bahasa Makian mirip dengan bahasa Maba-Patani dan Ketiga bahasa ini mempunyai kesamaan arti dengan bahasa jawa yang merupakan turunan Melayu.
    Sedangkan Ternate mirip dengan tidore yang secara bahasanya hampir tidak ada kesamaan dengan bahasa yang ada di Nusantara…
    INI PERLU DI KAJI LEBIH JAUH.

    Saya minta kejelasannya..Trima Kasih

  7. -saya bangga dengan kota ternate
    saya sangat senang bisa mempunyai darah aliran ternate..
    dan saya juga senang dengan artikel ini karena supaya bisa mengetahui tentang asal usul kota ternate sebenarnya, yaitu kota yang di penuhi dengan adat istiadat dan keindahan alam yang sangat kuar biasa..

  8. saya sangat bahagia dengan adanya tulisan ini karena saya sangat rindu budaya dan adat ternate smg terus bisa digali sejarah dan budaya serta peradaban di maluku utara ….. tulisan ini sangat bermanfaat bagi generasi muda terutama yg berasal dari ternate tapi hidup di rantau seperti saya dan juag anak2 saya

  9. Tlong tunjukan peninggalan sejarah ternate dlam bentuk foto

  10. [...] Menelusuri Asal-Usul dan Jejak Sejarah Orang Ternate [...]

  11. Assalamualaikum Wrb …Saya senang dengan adanya artikel tentang moluku kie raha ,karna dengan mengingat/mengetahui sejarah kita tidak akan mengalami amnesia dan akan lupa diri .Tetapi perlu diketahui sejarah ternate belum semua terungkap secara fakta saya rasa masih ada simpang siur dalam mengungkap itu semua .contohnya kerajaan LOLODA kenapa tidak d’anggap sebagai suatu kerajaan yang berdiri d’tanah moluku utara ???

  12. Saya tahun 2004 pernah tugas di Ternate walau hanya sekitar 3 bulan tapi sangat terkesan dengan segala sesuatu yang ada di Ternate. Semoga Ternate selalu berkibar di angkasa bumi pertiwi>Saya selalu rindu untuk kembali lagi ke Ternate……

  13. Saya bukan asli penduduk Ternate, tapi saya sangat bangga dengan ternate, keindahan alamxa akan memukau spa sja yg mndatangxa. pnddukxa yg ramah, lingkungan yg tntram aman damai mmbuat nyaman yg tgal di Ternate. I love u Ternate.

  14. SAYA BANGGA MENJADI WARGA TERNATE DAN SAYA BANGGA LAHIR DI TERNATE…….

  15. Ternate the best

  16. I love maluku utara”mari moi ngone futuru” selaluu

  17. I LOVE MALUKU UTARA “MARI MOI NGONE FUTURU” SELALUUUUUUU

  18. Mari moi ngone futuru…. Ternate majang foloi….sado…..salam dari rantau….!!!!

  19. Ternyata asik jg Kota Ternate dan sekitarnya……………….. Terima Kasih atas org yg telah memasukkannya…..

  20. Alhamdulillah.. Kami sudah ke kawasan pulau Ternate, sangat mengesankan masyarakat di sana yang muslim sangat taat dalam melaksanakan kewajibannya. Insya Alloh.. Kami akan memperbanyak kunjungan ke sana..?!

  21. Thanks buat yg udah buat artikel ini…!!
    pokoknya. . .hidup TARANOATE (ternate)

  22. Setahu saya masih banyak dokumen sejarah tentang kesultanan Tternate di luar negeri….
    Bisa gak pihak pemerintah meminta dokumen tentang sejarah Ternate tersebut ke negara-negara bersangkutan, sebagai warisan asli budaya leluhur untuk referensi generasi muda?

  23. Salam kenal juga,….saya sangat bangga dengan adanya artikel ini,saya adalah orang yg lahir dan dibesarkan di Ternate, menandakan bahwa orang yang membuat ini akan bangga dan cinta dengan adat istiadat daerahnya sendiri,,,salut saya n’ kagum, gak usah lagi terprovokasi dengan adanya bisikan2 setan kayak yang dulu2…..thank’s for you…man..,,,”’ I Lv Kie Raha

  24. Assalamualaikum.WR.WB artikel di atas cukup menarik dan menambah wawasan saya sebagai salah satu Putra DAerah.. saya punya angan – angan kalau suatu saat Ternate dan Maluku Utara bisa dikenal diseluruh Dunia dengan sebutan Historical City ( Kota Sejarah ) karna begitu banyak peninggalan sejarah yang tidak ternilai selama saya besar disana 1982 – 1986 kemudian kembali lagi 1995 – 2000.. alangkah baiknya apabila Pemerintah Daerah dapat lebih meperhatikan Situs – situs Sejarah.. karna Apa yang kita dapat sekarang adalah sebuah hasil Dari masa lalu.. Mari kita sama-sama jadikan Kota TERNATE dan Maluku Utara menjadi Kota Sejarah..

  25. Alhamdulilah,,,,,
    sya Mmg Bkn Ank ASLi MOLUKU KIE RAHA,,,
    Tp Sya sdH TgGL di TERNATE Lbh Dr 16 thn,,, n Sya Bnr2 BggA Mnjdi Bagian dr Anak MOLOKU KIE RAHA,,, BEcaUse SLlu MEnJungjung TinGGi Adat Se Atorang,,,,
    Damai SLlu MOLOKU KIE RAHA

  26. Terima kasih telah membuat artikel kota Ternate dan untuk masyarakat kota ternate tanamkan rasa “KEBANGAAN & CINTA” kpd kota Ternate yg kita cinta bersama…….

  27. Saya Bangga Menjadi Putra Moloku Kie Raha………………………
    Sejarah Memmang Tidak Bisa Di Tipu…………………

  28. Salam kenal juga !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!3>

  29. Salam kenal……………….!
    Tolong buatin ringkasan tentang kerajaan Ternate lagi dong !
    yg ni bukan yg ku mau……………………………..

  30. Salam kenal semua terutama untk penulis,…saya tinggal di bdg dan saya adalah warga keturunan Ternate asli,…karena mama dan papa (alm), adalah orang Ternate asli, terus terang saya baru sekali pergi ke Ternate, salam untk semuanya.

  31. Saya sangat senang Sekali menjadi orang Ternate because orang Terrnte adalah orang yang menjunjung tinggi akan adat s atorang……………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!………………. >>>-<<<

  32. saya sebagai putra daerah moloku kie raha terutama sebagai seorang anak yg lahir di ternate,,,,sangatsangat bangga dengan adat dan tradisi orang ternate yg ramah-tamah janganlah ada perselisihan diantara sesama orang ternate.,.,.marimoi ngone futuru,.,,.,.,.,terus maju terntae

  33. Saya dari Ternate dan situs ini sudah bagus namun apakah ada buku yg diluncurkan dari situs ini ?
    dan bila mau menerbitkan buku darii situs ini gambar cover buku di depan harus gambar tentang sejarah Maluku Utara.
    taruh saja gambar Benteng Toloko atau yg lain sebagainya dan apabila anda yg membuat situs ini ingin ke Ternate dan mencari tahu lebih dalam lagi tentang sejarah Maluku Utara terutama Ternate
    Hub : saya M.Takdir di Kel : Dufa-Dufa Ternate Utara
    Telepon : 085310028342

  34. q bangga jd nak INDONESIA terutam TERNATE dan TIDORE
    Q banga S3EUOoookL3Eeee……….

  35. Seperti anda, Saya sangat tertarik dengan adat istiadat kita, oleh karena itu saya membahas tentang budaya pernikahan adat yang ada di Indonesia, mohon masukan dan dukungannya ya makasih :)

  36. tong copy artikel satu judul sja blh k trada???/

  37. Blh qt copy Sadiki Artikel ini ,, satu judul Saja???

  38. Saya sangat kagum dengan kota Ternate …….. terus berkembang kota Ternate….. buat wisata yang lebih good
    Ternate adalah kampung halaman saya juga tenks yah…….

  39. Suba se slama se jou ngon…artikel yg memiliki nilai yg cukup dalam…saya mau minta bantu nich….bisa minta data tentang budaya Kota Ternate dari wujud gagasan, aktivitas sampai artivak untuk skripsi sya… tentang pengembangan wisata budaya di pulau Hiri.

  40. Mksh nie ats artiklx, emg Ternate super god, I love you Kie Raha.

  41. Ternate is the best… Mungkin dari segi pembangunan Ternate masih kurang dan kalah jauh dari daerah lain, tapi dari segi budaya dan adat se atoran jangankan Indonesia, dunia pun tak sanggup menanandinginya.

  42. Saya sangat terkesan dengan kota Ternate yang terletak dikaki gunung Gamalama, yang ketika saya berada di Ternate Oktober 2007, gunung Gamalama lagi sedikit batuk-batuk (bukan terserang A-H!N1 lo), hal tersebut menambah cantiknya undak-undakan kota Ternate dengan latar belakang gunung Gamalama yang di puncaknya ada pijaran api, yang dipandang dari laut diwaktu malam, indah sekali. Ketika berkeliling pulau Ternate yang lebih kurang 60 menit perjlanan, hampir sepanjang jalan masyarakat menjemur cengkeh, yang pada abad-abad lalu menjadi sumber perselisihan sehngga ketidaknyamanan bagi penduduk. Disamping itu banyak obyek wisata sekeliling pulau, tetapi sayang banyak yang tidak terurus, seperti benteng yang dijadikan asrama/kantor Palrem Dam Pattimura, sehingga menghilangkan nilai yang dikandungnya. Begitu pula makam pahlawan Nasional Sultan badaruddin II. Seputar kota saya banyak menemukan masjid dan arsitekturnya sangat indah, sehingga menurut saya pantas dijuluki dengan kota seribu masjid. Semoga semakin berkembang pariwisatanya, amin…

    Wass
    Anwar

  43. Terima kasih atas komentar Kru Trans TV di blog saya, Kalau mbak Silvie & Trans TV dalam acara Perjalanan Tiga Wanita mau meliput daerah kami, silakan saja… Memang di sana banyak hal ihkwal yang masih tersimpan, yang harus diketahui oleh orang-orang luar. Aneka ragam tradisi, budaya dan sejarah daerahnya, sangat menarik untuk dipublikasikan lewat media elektronik (TV). Blog saya ini, bisa dijadikan referensi awal, meskipun sesungguhnya adalah harus kesana dan meliput langsung, serba-serbi tersebut. Saya masih punya banyak artikel yang belum sempat saya posting, berhubung karen keterbatasan waktu karena kesibukan keseharian saya dalam pekerjaan pokok. Mdenulis blog seperti ini hanyalah hobby, sekaligus mengisi waktu luang, siapa tahu apa yang kita ketahui tersebut bermanfaat bagi orang lain, Iya gak….! Kalo Mbak Silvie dan Trans TV mau sharing dengan saya sehubungan dengan perjalanan sabtu tgl 14 Maret 2009 besok ke Ternate, silakan kontak person dengan saya di HP. 0812-956-9904, ditunggu konfirmasinya. Barangkali ada yang bisa saya bantu, demi mempromosikan keaneka ragaman tradisi dan budaya di tanah kelahiran saya “TERNATE” tercinta…..

  44. Lengkap juga infonya.
    Oiya, besok tgl 14 Maret Perjalanan Tiga Wanita Trans Tv mau ngeliput daerah Ternate loh..
    Btw, suka nonton ga ya acara kita..
    Perjalanan Tiga Wanita Trans Tv,
    Setiap Selasa Kamis pagi jam 06.00 WIB..
    Kalo ada lokasi yang ok buat di jelajahi kasih tau kita ya..
    Bisa di email ke perjalanantigawanita@transtv.co.id ato ke email ku aja..

    Thanks a lot ;-)

  45. Asik bangat kalau dengar sejarah Ternate lebih banyak lagi…

  46. Saya kagum dgn Bangsa Ternate yg saat ini telah menjadi Bangsa Indonesia. Kekaguman saya berdasar pada ketahan dan keutuhan Bangsa Ternate selama dlm masa pendudukan bangsa asing (Portuges dan Belanda dan Inggris) dimana tidak terjadi bubarnya sebuah Kasultanan. Jika kita bandingkan dgn yg ada di Jawa, maka dari tahun 1250 s.d. 1945 itu telah berkali-kali terjadi revolusi dan hancur leburnya kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit berdiri tahun 1257 dan hancur thn 1478 (atau pd thn 1400, Kalender Jawa), lalu Kasultanan Demak berdiri 1478 dan hancur tahun 1564, lalu Kasultanan Pajang hanya berumur 25 tahuan, lalu pd 1576 Kasultanan Mataram Islam Lama di kota Gede Yogyakarta hanya sampai dgn tahun 1629 oleh Sultan Agung lalu oleh Pindah ke Kasusunan Solo sekarang dulu Kartasura, lalu tahun 1755 ada Perpecahan Kasultanan Solo menjadi 2 yakni Kasultanan Yogyakarta dn Kasunanan Solo, lalu 1756 pecah lagi Solo dgn membagi wilayah dgn Kadipaten Mangkunegaran Solo, lalu Kasultanan Yogyakarta pecah menjadi 2 dgn Kadipaten Pakualaman Yogyakarta pg tahun 1812. Jadi di Yogyakarta ada 2 Raja yg Istananya hanya berjarak 1 Km saja sampai sekarang). Maka pantas atau wajar saja jk Urutan Sultan-Sultan di Jawa saat ini baru samapai pada Urutan Generagi Ke XIII di Solo, dan Urutan Sultan ke X di Yoyakarta dan IX di Paku Alaman. Bandingkan dgn Sultan Ternate sekarang yg sudah Ke-48. Luar biasa, sebuah kontinuitas sejarah yg sangat mengagumkan. Selamat dan sukses kepada Bangsa Ternate, dan Sultan Ke-48 Semoga Panjang Umur, dan Pemda Ternate serta makmur bahagia untuk seluruh rakyat Bangsa Ternate. HAYYA ‘ALAL FALAAAH! Amien.

    Takdir Ali Mukti

    YOGYAKARTA… email : takdir_jogja@yahoo.com

  47. Wah keren banget….
    Thanks atas infonya.

  48. Terima kasih atas artikelnya, saya sebagai masyarakat Maluku Utara yang merantau sejak tahun 1983 dan kini berdomisili di kota Garut sangat terobati kerinduan ketika membaca artikel ini. Thank’s for you……!

  49. aQ bangga jadi orang Ternate, karena banyak keanekaragaman budaya yang bagus dan unik, jaga trus jangan sampai di ambil, atau di rebut orang, ……I LOVE Gamalama.

  50. hai,,kiE gamalama..??

  51. Senang bisa mengetahui sejarah daerah sendiri… Makasi banyak.

  52. Mantap nih …. Artikel langka juga

  53. Makasih mas atas referensinya!!!!!!!

  54. Salam kenal juga, (menjadi orang kreatif itu lebih baik dari pada disebut orang yang apatis, tul gak…?!)

  55. Keren…..
    Salam kenal…..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: